Saturday, July 28, 2012
Teman yang pasti
Namun kebenarannya aku masih sendiri
Aku yang terus menyepi
Masih kian sendiri
Tanpa teman yang pasti
Tatkala aku senang, ramai yang mendamping diri
Namun disaat ku susah begitu payah untuk mencari
Bukanlah teman sekaki yang aku cari
Tapi yg ada tatkala aku memerlukan bantuan hari-hari
Aku hanya dapat bermimpi
Impikan sesuatu yang belum tentu pasti
Mengharapkan seseorang disisi
Yang memahami disekian pelusuk hati ini
Pernah ku terfikir untuk terus pergi tanpa kembali
Namun masih waras akal ku ini
Untuk terus kuat mengatur langkah di atas bumi ini
Terus mencari teman pengganti yang betul-betul mengerti
Agar aku dapat menjalani hari-hari tanpa sendiri
Supaya aku terus gembira tanpa menanti
Dan bertemu teman yang abadi
Monday, December 19, 2011
Cinta
Thursday, October 6, 2011
Sunday, September 18, 2011
Saturday, September 17, 2011
Cinta Kasih

Kasih Tak Bermakna Sayang

Intisari kehidupan hari-hari dilimpahi citra kasih
Ruang sanubari dicambah dengan benih hamparan lara
Hati yang kian rawan termenung pada kemungkinan
Senandung kehidupan terkandas di pulau harapan
Hembusan bisikan hati dilakar wadah berlagu pilu
Sedang aku dan mimpi bercanda riang
Titisan mentari kasih terus berdiri kaku
Sejurus jelingan ditentang hambar
dirimu melayang entah kemana
Namun…
deras hati bertindak tatkala kau dan aku bersua
Bibir lesu mengatur kata
Lidah kaku tiada bicara…
Cereka ini tak akan sempurna
Tanpa lelaki dalam prosa
Tanpa perempuan sebagai irama
Bibit ini tidak akan bermula
Tanpa siulan senyuman gembira
Tanpa kenyitan keikhlasan mata hati
Cinta bukannya senang untuk dirasai
Kasih pula sukar untuk dikecapi
Aku terpaksa Ke kiri untuk mencari
Aku harus Ke kanan untuk meniti
Sukar untuk ku mengerti
Kerna terpaksa mengharungi kepahitan ini....
Wednesday, September 14, 2011
Aku Tetap Aku

Aku tetap aku,
Caraku memang begitu,
Sebegitu juga hidupku,
Kebiasaan cuba mengatasi suara sumbang,
Pendirian tetap menjadi tuntas belakang,
Dalam mendidik diriku sendiri,
Perubahan dilakukan demi sendiri,
Menyedapkan mata si pemandang hari-hari,
Teruskan ingin menyendiri,
Sakit sendiri biar menyepi,
Tanpa ada yang rasa peduli,
Tanpa sedari menyendiri yang pasti,
Mencari-cari dimana dia si konklusi.
Pilihan berpaut pada tanganku,
Kenangan terindah masih distu,
Biar ku simpan satu per satu,
Kekal terpahat biar tiada yang tahu,
Pincangnya hari-hari berlalu,
Dengan kesakitan datang bertalu,
Lupakan semua apa yang berlaku,
Kesakitanku hanya aku yang tahu,
Kesedihan melanda pedih dan pilu,
Derita menyelubungi hati yang satu.

