Tuesday, February 12, 2013
Bunga...
Bunga...
Bunga sememangnya cantik,
Cantik dengan mekarnya setiap jambangan,
Cantiknya bunga terletak pada setiap kelopak yang berlapis,
Tersusun selaras bertindih depan berbaris.
Namun bunga...
Bunga tidak akan kekal lama,
Tidak boleh bertahan lama,
Walau secantik mana pun bunga itu,
Jika ia dipaksa layu sebelum masanya,
Kecantikan mekarnya hilang,
Hilang dirampas si peragut keindahan,
Layunya bunga kecantikannya hilang begitu sahaja.
Bunga...
Bunga sememangnya rapuh,
Dan tak boleh hidup lama,
Walau ia dilindungi dari angin atau hujan,
Walau dikelilingi pagar sekalipun,
Bunga pasti akan mati,
Akan mati tanpa adanya cahaya mentari,
Dengan adanya pagar sekalipun,
Ia tidak akan dapat bertahan menentang ribut,
Pada akhirnya bunga pasti akan layu,
Jatuh terkulai mati bersambut....
Tuesday, January 22, 2013
Hati yang sama Diri yang beza
Diriku ini masih lagi seperti dulu,
Tiada apa yang beza melainkan iman ku,
Kini lebih dekat padaNya kerna rinduku padamu,
Aku masih lagi aku,
Kuatnya aku kerna memori yang kau tinggal bersamaku,
Jangan kau risau akan sakitku,
Walau aku masih lagi seperti dulu,
Sakit dan peritku ku tanggung sepintas lalu,
Walau kau bukanlah takdirnya bersamaku.
Aku tetap aku,
Dan masih lagi seperti dulu,
Bunga hati masih kian kembang mekar,
Menghiasi taman hati walaupun hambar,
Walaupun begitu kasihku ini memang sukar,
Sukar untuk ku mengerti akan kasih yang sifar,
Tiada daya lagi bertahan namun ku biar,
Tapi peritnya luka lama yang dicakar,
Masih kian terasa buat ku gusar.
Namun jangan kau risau akan diriku,
Aku masih lagi tetap dengan diriku,
Cuma perwatakan berbeza dengan hari yang sama,
Isi hati yang sama dengan rupa berbeza,
Walau hanya dari jauh hati masih lagi mengingati,
Hanya memori pelakar senyuman di bibir dan di dasar hati.
#^_^#
Thursday, January 17, 2013
Buntunya hati jangan ditinggal mati
Masihkah ada waktu yang dapat mengisi buntu,
Masihkah ada cara pengubat kekecewaan itu,
Walau kepuasan hati belum lagi dapat dipacu,
Hati masih sayu dibelenggu masa lalu,
Jelas masa bermain waktu,
Indahnya keindahan lama bermain disitu,
Masih ada lagi dengan irama berlagu.
Jalan yang masih panjang terus menjadi tunjang,
Pimpinan erat terus digenggam melangkau palang,
Kepuasan hati terus di isi dengan tepukan belakang,
Tiada henti diberi sokongan teruskan datang,
Semangat terus tumbuh seiring mengisi ruang,
Menjadi kata penguat dulu dan sekarang.
Pada dulunya buntunya hati berhenti,
Tidak lagi mencari intisari yang mampu mengisi,
Jangan dibiarkan mati semangat yang jati,
Lupakan luka lama yang sering berdarah kembali,
Terus kecapi konotasi kepuasan bersemi,
Agar puasnya hati dari tertinggal mati.
Thursday, November 1, 2012
Patah kan tumbuh hilang kan berganti
Patahnya hati tiada kata menggambarkan,
Sukar untuk mengerti apatah lagi membayangkan,
Apa yang ku rasakan kini hanya dapat ku diamkan,
Walau sesungguhnya nampak ceria di perwatakan,
Kini ku rasa tiada lagi warna pelangi,
Telah kelam dihiasi luka sendiri,
Kerna aku yang sering disakiti,
Tidak pernah berhenti walau seinci,
Sering kali siang ku terasa bagaikan malam hari,
Rapuhnya longlai berkecai hati,
Tak ingin lagi ku jalani cerita sebegini,
Walau manisnya janji yang kau taburi,
Tapi kau sendiri yang tegar mendustai.
Sememangnya ku tahu cinta itu indah,
Tapi cukuplah dengah datangnya pelbagai gundah,
Perit yang datang sakitnya tiada sudah,
Tak ingin lagi ku diselindung parah,
Jiwa tak tenang acap kali gelisah,
Kerna tiada yang tetap disisi sebelah,
Puas sudah ku mengenali pasrah,
Tapi luka lama yang kerap disimbah,
Bersepah belenggu dengan situasi entah.
Tulusnya hati bergalang ganti,
Walau patah kan tumbuh tapi bukan untuk diganti,
Indahnya pelangi kelam didustai,
Gelap gelita tercari-cari,
Terang malam kini tiada lagi,
Kerna hilangnya si penerang situasi,
Pergi jauh membawa diri,
Hati ini kan tetap begini dan terus disini,
Pernah ku bayangkan jadi sebegini,
Seperti pengakhiran yang berlaku kini,
Selamat tinggal ceritera indah hari-hari,
Mulakan baru hari yang pasti,
Ingatlah...
Patah kan tumbuh hilang kan berganti....
Monday, October 29, 2012
Andai kau ingat ini lah saatnya,
Saat dimana mata bersua muka,
Mata bertentang bibir berbicara,
Waktu dimana kau gembira bersahaja,
Wajah itu ku tatap mesra,
Menggambarkan detik itu ku dakap bersama,
Kenangan terindah dilakar cerita,
Membuat bibir tak lekang senyuman pengubat duka.
Andai kau ingat ini lah harinya,
Hari dimana engkau mengubah segalanya,
Menjadi pelakar senyuman di muka ini,
Kau hilangkan semua sakit dihati,
Wajah yang selama ini hanya muram durja,
Hilang sudah dibuang jauh,
Hanya senyuman mesra bersinar,
Itu yang membuatkan riang tak ku hindar.
Tapi,
Andai kau juga masih ingat,
Inilah detiknya, saatnya, harinya
dimana semua itu kau rentap dari pandangan,
Hilang semua hapus sudah madah gembira,
Pada waktu itu suasana gila menyapa hari,
Remuk jantung ku hatiku sakit sendiri,
Kau hilang jauh entah kemana,
Sukar ku cari walau hanya depan mata.
Andai kau ingat ini lah waktunya,
Waktu dimana tiada lagi teguran mesra,
Tiada lagi aku dalam sebutan hariannya,
Bukan lagi aku yang terlakar di dasar hati,
Kau hanya gembira disamping teman mengelilingi,
Aku bukan lagi kepentingan harimu kini,
Kerna ku tahu susahnya dirimu dengan sikap ini,
Dan....
Ingatlah, ego di hati takkan mati,
Sememangnya maaf sudah ku beri,
Tapi untuk lupakan tidak sama sekali....
Sunday, October 28, 2012
Teman pengganti
Sinar abadi yang kian merekah
Menunggu datangnya esok hari yang indah
Senyuman kalbu terkeluar dari insani
Menyambut datang nya hari nanti
Kebahagiaan kan selalu menghampiri
Indahnya hari tak seindah hari ini
Ku jemput asa ku hari ini
Untuk meraih cita ku di masa nanti
Ku ingin terbang bebas seperti layang layang
Melewati jembatan layang
Menghantarkanku ke arah masa depan yang
hilang
Masa depan yang belum tahu hujung jawapan
Mengapa sinar abadi nak merekah tatkala menunggu hari esok?
Bukankah indah kan datang menyapa
hari-hari pada waktu diri sedang menyendiri,
Senyuman terlakar di bibir insani walau hari
esok kan menjelma diri
Cuma bezanya hanya keindahan di kanan kiri
Bahagia yang ada memang senantiasa di sisi
Cuma yang pasti tiada kebahagiaan abadi
Tepuklah dada kuatkan usaha agar cita-cita dapat
dikecapi
Bukan utk masa kini malah untuk masa-masa yang
kan dtg suatu nanti
Bebas berterbangan sukanya hati
Tapi jgn sebebas layang-layang bertali
Bebaskan diri seperti kepulan awan
bertemankan matahari
Walau kesana kemari terangnya jalan dek
suluhan mentari
Baru jawapan dicari dikecap tangan ini
Agar hati kan terus riang abadi...
Mencari yang kekal abadi

Sinar abadi yang kian merekah
Meunggu
datangnya esok hari yang indah
Senyuman
kalbu terkeluar dari insani
Menyambut
datang nya hari nanti
Kebahagiaan kan selalu menghampiri
Indahnya
hari tak seindah hari ini
Ku
jemput asa ku hari ini
Untuk
meraih cita ku di masa nanti
Ku ingin terbang bebas seperti layang layang
Melewati
jembatan layang
Menghantarkanku
ke arah masa depan yang hilang
Masa
depan yang belum tahu hujung jawapan
Mengapa sinar abadi nak merekah tatkala menunggu hari esok?
Bukankah
indah kan datang menyapa hari-hari pada waktu diri sedang menyendiri,
Senyuman
terlakar di bibir insani walau hari esok kan menjelma diri
Cuma
bezanya hanya keindahan di kanan kiri
Bahagia
yang ada memang senantiasa di sisi
Cuma
yang pasti tiada kebahagiaan abadi
Tepuklah
dada kuatkan usaha agar cita2 dapat dikecapi
Bukan
utk masa kini malah untuk masa2 yang kan dtg suatu nanti
Bebas berterbangan sukanya hati
Tapi
jgn sebebas layang-layang bertali
Bebaskan
diri seperti kepulan awan bertemankan matahari
Walau
kesana kemari terangnya jalan dek suluhan mentari
Baru
jawapan dicari dikecap tangan ini
Agar
hati kan terus riang abadi...
Subscribe to:
Posts (Atom)





