Saturday, December 26, 2015

Maaf...



Maaf bila aku tak sempurna,
Aku tak guna susah sahaja,
Aku siapa?
Sering tiada saat kau nak kan kita,
Ada, bersama, kongsi saat duka,
Tapi, aku tahu aku tiada,
Aku tak upaya menjadi yang kau pinta,
Maafkan daku...

Wednesday, May 29, 2013

Sampai Ku Mimpi
















Gelap malam bayangan mimpi,
Bertiup alunan sandiwara ini,
Hingga menjelma saat ke dinihari,
Sampai ku mimpi menyapa masa bersemi,
Jalanan berliku panjang terus lurus ku harungi,
Lompat ke lopak kaki diangkat merentasi,
Di imbang bayang ruangan berpenghuni,
Selama hati bukan yang mati,
Menyelam dalam ke pelusuk masih mencari,
Tapi kekal mengerti pengertian hati yang pasti,
Walau laluan yang membawa mimpi beribu erti,
Bintang malam hilang membawa diri,
Sepanjang kedewasaan berlagu sepi,
Masih sendiri walau ku cari,
Adakah salah cara mencari,
Atau mimpi yang bertaut disahut digari.

Namun masih lagi sampai ku mimpi,
Adakah "dia" penghuni hati yang dicari,
Pelengkap hari peneman dinihari,
Dia yang memahami hati ini,
Dia yang mengerti segala yang terjadi,
Dia yang tahu akan isi hati,
Tapi harus ku sedari,
Itu semua mungkin hanya mimpi,
Mimpi bersarang penghibur hati ini,
Hati masih sepi sendiri hari ini,
Bagaimana cara adakah tetap begini?
Disaat gelap masih bermalam hari,
Ia akan terus beralun hingga pagi menjelma diri,
Menyapa embun menimpa mimpi,
Bangunkan bayangan dari mimpi.

Hingga kini sukar untuk ku rungkai
Kerna antara itu masih banyak di rangkai,
Setiap arah berbeza di terima di pakai,
Ditunjuk penjuru jalan buntu terlerai,
Dedaunan menjalar dibiar umpama rerantai,
Jauhnya jurang dipisah lautan badai,
Andai ada lorongan penghubung denai,
Dekat hati kasih tak juga sampai,
Mimpi malam bertaut indah gemalai,
Kasih mekar dalam hati tersemai,
Seperti adanya pada corak cindai,
Penghias senyuman buat hati yang disemai,
Sahaja berlalu untuk liburan santai,
Namun tiada yang bisa hiasi senarai,
Walau ku baca helai demi helai,
Sampai ku mimpi masih belum terurai.

Monday, March 25, 2013

Percayakan Hati untuk pertemuan ini...

Adakah dia masih percaya,
Percayakan setiap yang berlaku,
Berlakunya bukan kerna satu salah,
Salahkah situasi itu datang bukan pada waktu,
Waktunya hambar masanya pantas berlalu,
Berlalunya siang tak mengenal malam,
Malam bersulam terang bulan bercahaya,
Cahaya bulan menyuluh girang,
Girangkan hati mereka duka tak sampai,
Sampai bila lagi hati kan terus begini,
Beginilah cara orang yang terus berlari,
Berlari kecil mengejar mimpi,
Mimpikan di awangan tinggi,
Tingginya gunung berteman sepi,
Sepi sendiri masih disini,
Disinikah aku kan terus berlari,
Larian langkah yang dulunya kecil,
Kecil lagi kasih tak sampai,
Sampai bila langkah bertemu berhenti,
Berhentikan aku untuk satu pertemuan,
Pertemuan abadi yang sememangnya pasti,
Pasti akan berlaku bukan lagi janji....

Saturday, March 9, 2013

Kasih hati nan sayang Bayang kan datang Hati pun girang

Kenapa kasih perlukan sayang,
Disaat cinta melupakan bayang,
Kenapa cinta perlu disayang,
Pada waktu kasih masih terbuang.

Sememangnya kasih dan sayang,
Merupakan penyatuan akrab pengisi ruang,
Penyatu yang sukar untuk seorang,
Jika kasih tidak sepasang.

Hati berbunga perlukan ruang,
Isi hati mengerti kasih tak hilang,
Luasnya ruang penghilang bayang,
Tiada kasih hamparan kan terbuang.

Putih melati menghiasi siang,
Merah delima menjadi penerang,
Kasih dihati pelengkap sayang,
Kesah terima yang sudi menyayang.

Walau tak jumpa kasih yang hilang,
Hati kan kekal disini menunggu datang,
Walau kasih bertaut seorang,
Gembira hati menyambut girang.

 

Masihkan aku menunggu kasih abadi

Suara ribut terus bersahut,
Apa yang patut apabila disambut,
Tatkala ada meraka terus berebut,
Aku nan disini masih berpaut,
Menanti penitian dari ombak laut,
Memukul pantai air berpasang surut,
Hati mengerti mulut menyebut,
Hati sendiri masih jauh disudut,
Tiada peneman walau hingga malam larut,
Tiada penghibur hati sunyi diam terjerut,
Masihkan tercari-cari si dia pengubat luka berparut.

Hati yang satu hati yang mengerti,
Sukar mencari masih sendiri,
Bukan kerna terlalu memilih diri,
Masih kan kasih tak sampai lagi,
Terus menunggu si jelita hati,
Pengubat kasih yang masih sunyi,
Si dia yang memahami isi hati,
Si dia yang tahu selok belok dalam ini,
Si dia yang menerima seadanya hingga mati.
Aku kan terus menunggu kasih yang abadi....

Tuesday, February 26, 2013

Jawaban Kenangan untuk sebuah soalan

Kenangan lama jangan diungkap,
Biarkan ia jangan disingkap,
Walaupun masa teruskan malap,
Tiada menghadap tiada tak siap, 
Kasih tak sampai berhenti berharap.

Percaya bukan lagi pasti,
Percaya bukan lagi pada janji,
Pegang janji dibiarkan mati,
Pegang hati ditinggal hari-hari,
Walau diri masih disini,
Bukan harapan bukan yang pasti,
Walau kasih abadi sukar mengerti.

Intisari hari-hari cerita dongeng permainan minda,
Mencerna lakaran cerita biarkan sama mahu serupa,
Lenggok jalan sebuah cerita,
Tidak akan sama dengan kenangan bersama,
Samakan ia tapi tidak akan serupa,
Nampak sama tapi bukan ia,
Cerita berbeza berwajah ceria,
Melakar senyuman untuk rancakkan mesra.

Dikau bertanya soalan menanti jawaban,
Soalan harapan untuk masa berputaran,
Kembalikan silamnya kenangan,
Untuk bersama hayatinya hingga berteman,
Bukan lagi keizinan yang dicari seharian,
Cuma soalan berbalas soalan,
Kenapa ditanya sebegitu soalan,
Kalau hanya inginkan sebuah persamaan....

Friday, February 22, 2013

Dia...Asyikin...















Kecil tusuknya molek dilihat pada dasarnya,
Putih kulitnya berlindungkan hijab bersahaja,
Kecilnya mata dengan bingkai berkaca,
Senyuman manis diberikan sentiasa,
Manisnya senyuman dek lakaran bibir memikat,
Baik si hati mencerminkan landasan diri,
Baiknya dia sering bertanya khabar hari-hari,
Hati mengerti walau jauhnya kini,
Kekal hubungnya walau kadangnya seketika,
Tapi janganlah kau pergi untuk menghindar,
Kerna engkaulah yang ada dan mengerti aku,
Dimana senang riang mahupun susah berselindung.

Lamanya masa kekal bertaut,
Jarak jauhnya membahagi tempat,
Tapi takkan terpisah tetap menyapa,
Walaupun engkau hilang saat dimata,
Kadangnya datang bertanya menyapa,
Bila diuji diberi puji,
Terserlah merah dipipi, 
menghiasi senyuman menunjukkan gigi... :B
Hingga kini masih lagi comel hatinya.


Tuesday, February 12, 2013

Bunga...













Bunga...
Bunga sememangnya cantik,
Cantik dengan mekarnya setiap jambangan,
Cantiknya bunga terletak pada setiap kelopak yang berlapis,
Tersusun selaras bertindih depan berbaris.

Namun bunga...
Bunga tidak akan kekal lama,
Tidak boleh bertahan lama,
Walau secantik mana pun bunga itu,
Jika ia dipaksa layu sebelum masanya,
Kecantikan mekarnya hilang,
Hilang dirampas si peragut keindahan,
Layunya bunga kecantikannya hilang begitu sahaja.

Bunga...
Bunga sememangnya rapuh,
Dan tak boleh hidup lama,
Walau ia dilindungi dari angin atau hujan,
Walau dikelilingi pagar sekalipun,
Bunga pasti akan mati,
Akan mati tanpa adanya cahaya mentari,
Dengan adanya pagar sekalipun,
Ia tidak akan dapat bertahan menentang ribut,
Pada akhirnya bunga pasti akan layu,
Jatuh terkulai mati bersambut....

Tuesday, January 22, 2013

Hati yang sama Diri yang beza














Diriku ini masih lagi seperti dulu,
Tiada apa yang beza melainkan iman ku,
Kini lebih dekat padaNya kerna rinduku padamu,
Aku masih lagi aku,
Kuatnya aku kerna memori yang kau tinggal bersamaku,
Jangan kau risau akan sakitku,
Walau aku masih lagi seperti dulu,
Sakit dan peritku ku tanggung sepintas lalu,
Walau kau bukanlah takdirnya bersamaku.

Aku tetap aku,
Dan masih lagi seperti dulu,
Bunga hati masih kian kembang mekar,
Menghiasi taman hati walaupun hambar,
Walaupun begitu kasihku ini memang sukar,
Sukar untuk ku mengerti akan kasih yang sifar,
Tiada daya lagi bertahan namun ku biar,
Tapi peritnya luka lama yang dicakar,
Masih kian terasa buat ku gusar.

Namun jangan kau risau akan diriku,
Aku masih lagi tetap dengan diriku,
Cuma perwatakan berbeza dengan hari yang sama,
Isi hati yang sama dengan rupa berbeza,
Walau hanya dari jauh hati masih lagi mengingati,
Hanya memori pelakar senyuman di bibir dan di dasar hati.

#^_^#

Thursday, January 17, 2013

Buntunya hati jangan ditinggal mati




















Masihkah ada waktu yang dapat mengisi buntu,
Masihkah ada cara pengubat kekecewaan itu,
Walau kepuasan hati belum lagi dapat dipacu,
Hati masih sayu dibelenggu masa lalu,
Jelas masa bermain waktu,
Indahnya keindahan lama bermain disitu,
Masih ada lagi dengan irama berlagu.

Jalan yang masih panjang terus menjadi tunjang,
Pimpinan erat terus digenggam melangkau palang,
Kepuasan hati terus di isi dengan tepukan belakang,
Tiada henti diberi sokongan teruskan datang,
Semangat terus tumbuh seiring mengisi ruang,
Menjadi kata penguat dulu dan sekarang.

Pada dulunya buntunya hati berhenti,
Tidak lagi mencari intisari yang mampu mengisi,
Jangan dibiarkan mati semangat yang jati,
Lupakan luka lama yang sering berdarah kembali,
Terus kecapi konotasi kepuasan bersemi,
Agar puasnya hati dari tertinggal mati.

Thursday, November 1, 2012

Patah kan tumbuh hilang kan berganti













Patahnya hati tiada kata menggambarkan,
Sukar untuk mengerti apatah lagi membayangkan,
Apa yang ku rasakan kini hanya dapat ku diamkan,
Walau sesungguhnya nampak ceria di perwatakan,
Kini ku rasa tiada lagi warna pelangi,
Telah kelam dihiasi luka sendiri,
Kerna aku yang sering disakiti,
Tidak pernah berhenti walau seinci,
Sering kali siang ku terasa bagaikan malam hari,
Rapuhnya longlai berkecai hati,
Tak ingin lagi ku jalani cerita sebegini,
Walau manisnya janji yang kau taburi,
Tapi kau sendiri yang tegar mendustai.

Sememangnya ku tahu cinta itu indah,
Tapi cukuplah dengah datangnya pelbagai gundah,
Perit yang datang sakitnya tiada sudah,
Tak ingin lagi ku diselindung parah,
Jiwa tak tenang acap kali gelisah,
Kerna tiada yang tetap disisi sebelah,
Puas sudah ku mengenali pasrah,
Tapi luka lama yang kerap disimbah,
Bersepah belenggu dengan situasi entah.

Tulusnya hati bergalang ganti,
Walau patah kan tumbuh tapi bukan untuk diganti,
Indahnya pelangi kelam didustai,
Gelap gelita tercari-cari,
Terang malam kini tiada lagi,
Kerna hilangnya si penerang situasi,
Pergi jauh membawa diri,
Hati ini kan tetap begini dan terus disini,
Pernah ku bayangkan jadi sebegini,
Seperti pengakhiran yang berlaku kini,
Selamat tinggal ceritera indah hari-hari,
Mulakan baru hari yang pasti,
Ingatlah...
Patah kan tumbuh hilang kan berganti....

Monday, October 29, 2012




















Andai kau ingat ini lah saatnya,
Saat dimana mata bersua muka,
Mata bertentang bibir berbicara,
Waktu dimana kau gembira bersahaja,
Wajah itu ku tatap mesra,
Menggambarkan detik itu ku dakap bersama,
Kenangan terindah dilakar cerita,
Membuat bibir tak lekang senyuman pengubat duka.

Andai kau ingat ini lah harinya,
Hari dimana engkau mengubah segalanya,
Menjadi pelakar senyuman di muka ini,
Kau hilangkan semua sakit dihati,
Wajah yang selama ini hanya muram durja,
Hilang sudah dibuang jauh,
Hanya senyuman mesra bersinar,
Itu yang membuatkan riang tak ku hindar.

Tapi,
Andai kau juga masih ingat,
Inilah detiknya, saatnya, harinya
dimana semua itu kau rentap dari pandangan,
Hilang semua hapus sudah madah gembira,
Pada waktu itu suasana gila menyapa hari,
Remuk jantung ku hatiku sakit sendiri,
Kau hilang jauh entah kemana,
Sukar ku cari walau hanya depan mata.

Andai kau ingat ini lah waktunya,
Waktu dimana tiada lagi teguran mesra,
Tiada lagi aku dalam sebutan hariannya,
Bukan lagi aku yang terlakar di dasar hati,
Kau hanya gembira disamping teman mengelilingi,
Aku bukan lagi kepentingan harimu kini,
Kerna ku tahu susahnya dirimu dengan sikap ini,
Dan....
Ingatlah, ego di hati takkan mati,
Sememangnya maaf sudah ku beri,
Tapi untuk lupakan tidak sama sekali....

Sunday, October 28, 2012

Teman pengganti















Sinar abadi yang kian merekah 
Menunggu datangnya esok hari yang indah
Senyuman kalbu terkeluar dari insani
Menyambut datang nya hari nanti

Kebahagiaan kan selalu menghampiri
Indahnya hari tak seindah hari ini
Ku jemput asa ku hari ini
Untuk meraih cita ku di masa nanti

Ku ingin terbang bebas seperti layang layang
Melewati jembatan layang 
Menghantarkanku ke arah masa depan yang hilang
Masa depan yang belum tahu hujung jawapan

Mengapa sinar abadi nak merekah tatkala menunggu hari esok?
Bukankah indah kan datang menyapa hari-hari pada waktu diri sedang menyendiri,
Senyuman terlakar di bibir insani walau hari esok kan menjelma diri
Cuma bezanya hanya keindahan di kanan kiri

Bahagia yang ada memang senantiasa di sisi
Cuma yang pasti tiada kebahagiaan abadi
Tepuklah dada kuatkan usaha agar cita-cita dapat dikecapi
Bukan utk masa kini malah untuk masa-masa yang kan dtg suatu nanti

Bebas berterbangan sukanya hati
Tapi jgn sebebas layang-layang bertali
Bebaskan diri seperti kepulan awan bertemankan matahari
Walau kesana kemari terangnya jalan dek suluhan mentari 
Baru jawapan dicari dikecap tangan ini
Agar hati kan terus riang abadi...

Mencari yang kekal abadi



Sinar abadi yang kian merekah 
Meunggu datangnya esok hari yang indah
Senyuman kalbu terkeluar dari insani
Menyambut datang nya hari nanti

Kebahagiaan kan selalu menghampiri
Indahnya hari tak seindah hari ini
Ku jemput asa ku hari ini
Untuk meraih cita ku di masa nanti

Ku ingin terbang bebas seperti layang layang
Melewati jembatan layang 
Menghantarkanku ke arah masa depan yang hilang
Masa depan yang belum tahu hujung jawapan

Mengapa sinar abadi nak merekah tatkala menunggu hari esok?
Bukankah indah kan datang menyapa hari-hari pada waktu diri sedang menyendiri,
Senyuman terlakar di bibir insani walau hari esok kan menjelma diri
Cuma bezanya hanya keindahan di kanan kiri

Bahagia yang ada memang senantiasa di sisi
Cuma yang pasti tiada kebahagiaan abadi
Tepuklah dada kuatkan usaha agar cita2 dapat dikecapi
Bukan utk masa kini malah untuk masa2 yang kan dtg suatu nanti

Bebas berterbangan sukanya hati
Tapi jgn sebebas layang-layang bertali
Bebaskan diri seperti kepulan awan bertemankan matahari
Walau kesana kemari terangnya jalan dek suluhan mentari 
Baru jawapan dicari dikecap tangan ini
Agar hati kan terus riang abadi...

Thursday, August 23, 2012

Malam peneman gundah

Malam hampir larut,
Malam juga sudah mula bergerimis,
Inilah saatnya untuk kita kembali,
Kita sudah cukup jauh mengembara,
Menjelajah kerumah-rumah kosong itu,
Aku tahu akan isi tempat itu,
Tempat yang menjadi nostalgia kepadaku,
Memegang segala memori yang ada,
Walaupun tiada lagi gambar bayangan,
Ia masih terpahat pada dinding liku-liku minda.

Malam begitu dingin dengan hadirnya gerimis,
Menemani daku ke hingga ke pulusuk malam,
Sehingga datangnya dinihari menyapa diri,
Bertanya khabar kerna mimpi yang serupa,
Mengharap semua yang berlaku indah belaka,
Walau masa silih berganti,
Ia tetap berlalu indah,
Bersama-sama menikmati keindahan malam,
Disaat rembulan disebalik awangan,
Cahaya malap menerangi kegelapan malam,
Hanya ini saat yang terindah pada waktu sepertiga malam,
Membuat aku lupa pada kemungkinan.

Saturday, August 11, 2012

Keindahan kata jangan dilupa...


Sering kali kemaafan yang dipinta,
Seperti ia tiada makna,
Begitu mudah untuk dilafaz kata,
Begitu senang untuk mulut bicara,
Walau terpancar pada mega wajahnya,
Tiada kata yang bermakna jika sering diulang semula,
Bait kata yang sedulunya indah,
Telah hilang serinya seraya bertambah gundah,
Malah, baki keindahan kata-kata itu terus lenyap tanpa ceritera bermadah,
Menghilangkan keistimewaan kata itu,

Sebuah kata yang mudah diucapkan,
Tapi maknanya sukar untuk digambarkan,
Perbuatan ini tanpa sedar merosakkan prosa kata yang telah lama digunakan,
Tatkala retaknya prosa,
Tatkala itu hilangnya irama,
Sewaktu pincangnya bahasa,
Sewaktu itu juga punahnya keindahan bersahaja.

Jadi ingatlah,
Jangan mudah mengatakan sahaja,
Sambil dilupa maksud yang ada,
Kerna penggunaan kata bersama makna,
Amat berharga dan tinggi bahasanya,
Jangan sehingga satu mulut tertutup,
Seribu lidah berkata-kata,
Berkata-kata mengatakan yang tiada apa,
Tiada asas bahasanya,
Merosakkan keindahan prosa yang sedia ada...


Thursday, August 9, 2012

Aku Tetap Aku...

Terciptanya sesuatu akan hadirnya sesuatu,
Saat itu akan terus berada disitu,
Tanpa kamu si pemutar cerita satu per satu,
Walau begitu, aku tetap aku,

Tiada apa yang dapat mengubah tingkah laku,
Tingkah laku aku yang akan membuatkan kau terpaku,
Sombongku atas pendirianku,
Gerak-geri ku hanya sendiri yang pacu,
Bukan kau yang perlu,
Kerna hak aku atas paradigma diriku.

Segala perbuatan yang menyakiti matamu,
Carikan saja perawatmu sendiri,
Bukan salahku itu terjadi,
Kerna aku tetap diriku sendiri,
Sakitku tiada yang mengerti,
Jika tindak-tanduk sezarah ini,
Membelenggu engkau yang disini,
Aku disana masih tercari-cari,
Mencari punca berlaku semua ini.

Jika hati ini yang engkau sakiti,
Jangan kau pula meminta hati,
Jika aku berlaku sebegini,
Jangan kau melatah itu ini,
Aku tetap aku menjalani hari-hari,
Masih sendiri emncari yang hadirnya sesuatu yang belum pasti,
Akan ku cipta sesuatu untuk seuatu satu hari nanti,
Jangan kau melompat melatah terkejutkan aku yang kini,
Kerna aku masih disini mencari kau si pemutar hati,
Pemutar yang menyakiti hati,
Yang menguatkan pendirian diri,
Aku disini masih disini,
Menjadi diri sendiri tatkala waktu berubah hati,
Kerna engkau aku yang kini,
Aku tetap aku walau hari berganti hari....

Friday, August 3, 2012

Sembunyi sendiri

Senyuman yang terlakar
Hanya sekadar terjemahan luaran
Untuk santapan mata-mata teman dihadapan
Isi hati hanya sendiri yang mengerti
Akan peritnya disini yang tidak terperi
Kegembiraan hati hanya sendiri yang memahami
Tatkala ombak sedih melanda pantai hati
Jauh kemana kepuasan tiada lagi
Terus sembunyi masih sendiri
Hati terus-menerus disakiti
Oleh ciptaan yang sama bertindak sendiri
Luka lama telah kemas ku simpan rapi
Tiada siapa yang perasan akan wujudnya disini
Hanya yang nampak pada mata kasar di bawah dahi
Cuma senyuman berselindung pahitnya kekal abadi...

Saturday, July 28, 2012

Teman yang pasti

Baru terfikir akan hadirnya rakan yang memahami
Namun kebenarannya aku masih sendiri
Aku yang terus menyepi
Masih kian sendiri
Tanpa teman yang pasti

Tatkala aku senang, ramai yang mendamping diri
Namun disaat ku susah begitu payah untuk mencari
Bukanlah teman sekaki yang aku cari
Tapi yg ada tatkala aku memerlukan bantuan hari-hari
Aku hanya dapat bermimpi
Impikan sesuatu yang belum tentu pasti
Mengharapkan seseorang disisi
Yang memahami disekian pelusuk hati ini

Pernah ku terfikir untuk terus pergi tanpa kembali
Namun masih waras akal ku ini
Untuk terus kuat mengatur langkah di atas bumi ini
Terus mencari teman pengganti yang betul-betul mengerti
Agar aku dapat menjalani hari-hari tanpa sendiri
Supaya aku terus gembira tanpa menanti
Dan bertemu teman yang abadi

Monday, December 19, 2011

Cinta


Tiada lagi cinta Tak perlukan cinta,
Atau kasih mesra hilang segalanya,
Kini ku pergi tanpa adanya cintamu,
Ku harungi segala tanpa hadirmu,
Tidak lagi seperti dulu,
Saat yang manis kini sepahit hempedu,
Kisah senyuman hati tiada terlakar lagi,
Kerna aku bukanlah untukmu,
Aku tidak layak untuk dirimu,

Kini bermulalah saat berjauhan,
Hati yang dulunya sama tidak lagi bersua,
Hanya jasad yg berjumpa tanpa apa perasaan,
Bertegur sapa tidak seceria dulu,
Senyuman dibibir seperti palsu belaka,
Seperti terpaksa untuk memujuk hati yang gundah,
Seperti menjaga luka hati yang lama,

Aku sedar bahawa semua ini berpunca dariku,
Tapi ku tak sangka akan akhirnya begini,
Tatkala aku mengharap akan belas kasihmu,
Kau pergi dariku saat ku memerlukan dirimu,
Aku sedar aku siapa,
Aku bukanlah orang itu yang mampu membimbingmu,
Aku bukanlah orang itu yang kau sayang selalu,
Aku bukanlah orang itu yang gembirakan dirimu,

Ku berserah pada takdir,
Kerna takdir yang telah menemukan kita,
Dan takdir jua yang memisahkan kita,
Kata-kata "Kalau jodoh tak kemana"
sering bermain dibibirmu,
Menjadi kata penguat memujuk hatiku,
Walau aku kau panggil sayang,
Walau aku kau kata rindu,
Namun hatimu bukan lagi padaku,
Aku bukanlah untukmu,
Carilah kamu pengganti yang lebih baik dariku......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...